Sabtu, 07 November 2009

BELUM ADA JUDUL 2


Mengapa aku tak bisa seperti yang lain
Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku
Diberi kebebasan daalam berkarya, berimajinasi,
Juga dalam kehidupannya
Tapi…..
Aku tak pernah mendapatkannya
Tapi aku bisa mearssakan kebebasan itu
Dengan aku memberontaknya
Karena aku miskin harta
Bagiku solidaritaas lebih utama
Karena aku anak jalanan
Yang ingin berteman dengan orang kaya
Sahabat, apakah dia mau???
            “kalau ia tidak ma, berarti ia bodoh”
Tepat, ia memang bodoh
Salatiga, 091009

JAUH DARI SAHABAT


JAUH DARI SAHABAT
Aku suka
Hanya sendiri
Aku sedih
Semakin sepi
Dulu engkau selalu setia berkorban
Bahkan engkau rela
Meninggalkan tuamu demi aku
Tapi sekarang…..
Engkau tak ada lagi
Kemana aku harus mencari
Wahai sahabat sejati
Terus
ada
Ku coba bertanya
Tapi tak ada yang jawab
Hanya nurani qolbu
Yang selalu kupandang cakrawala
Engkau tak setia menemani
Perjalananku yang sunyi
Salatiga, 091009

BELUM ADA JUDUL

Mengapa material yang selalu
Membedakan diantara kita
Dulu aku pernah menolongmu
Tapi engkau sekarang melupakanya
Setelah tau engkau lebih kaya dariku
Tapi apalah arti sebuah kekayaan
Kalau itu milik orangtuamu
Tapi…
Aku sudah terbiasa hidup seperti ini
Dan aku yakin,
Kelak aku akan bahagia
Ya Allah,
Ikhlaskan hati menghadapi semua ini
Salatiga, 091009

Jumat, 06 November 2009

IBU


Ibu,
Kau bagaikan langit senja kala
Keagungan budimu
Telah mermpungkan tugas SMAku
Kasih sayangmu menggema dalam nuraniku
Mengingat Ibu,
Aku mengingat janji baik relasi
Mendengar suara ibu,
Aku percaya akan kebaikan nuraninya
Kini, aku hanya bisa mendo’akan dan mehenangmu
Dan aku mewarisi naluri kejadian manusia
                Semarang, 2009

PERTANYAANKU







Walau kita tak mungkin bersama
Engkau tetap menjadi sahabatku
Pertemuan maya mungkin akan mengubahku
Memotivassiku lebih baik
Aku yang mencari hidup kesana-kesini
Untuk sembako sehari-hari
Dimanakah aku akan menemukan sahabat sejati
Sedang bangkku kuliah aku tinggal
Dan IP 0, ….
Tuhan mengapa ku tidak bisa
Menguasai ilmu ikhlas
Salatiga, 090609

Senin, 02 November 2009

BROKEN


kamar ynag dipenuhi asap rokok
pikiran yang melyang
yang disebabkn oleh keluarganya
perlahan yang tak pasti
mencoba memperbaiki mereka
apakah aku bisa?


ayah, kini engkau tinggal sendiri
yang aku sekarang jauh denganmu
siapakah yang akan merawatmu?
tapi aku juga rindu padamu...

apakah yang akan terjadi disekitarku?
mengapa kita harus terima hidup ini
apakah tanda-tanda yang rumit ini?
apakah memang ada yang jaya dan ada yang hina?
ada yang bersenjata dan ada yang terluka?
ada yang duduk ada yang diduduki?
ada yang terlimpah ada yang terkuras?

disini aku bertanya,
maksud baik ayah untuk siapa?

RESAH……




Setinggi gunung seluas samudera telah ku jelajah
Tak jera dan tak ingin ku hentikan langkah
Hanya tuk sebuah harapan yang ku sendiri tak tahu, mungkinkah
Saat kutermenung sendiri
Terbersit sebuah tanya dalam hati
Apakah sebenarnya yang ingin ku cari
Saat kumulai mengenali dirimu
Terkadang ada perasaan yang mengganggu
Namun aku sendiri tak tahu
Apakah ini yang namanya rindu
Oh rindu……
Seiring waktu yang berlalu
Kusadari ada celah yang tak lagi indah
Relung hatiku pun mulai mendesah resah
Seakan terbentang jurang pemisah
Mungkinkah…….
Oh resah……
Kusadari tak kan mungkin kan kembali
Perasaan hati yang kumiliki
Tak ingin ku menyesali
Namun……
Mungkinkah?????

MAK'E

MAK'E

Ibu, kau bagaikan langitsenja kala
keagungan budimu,
telah merampungkan tuga SMAku
kasih sayangmu menggema
dari bisikan hati nuraniku




mengingat Ibu,
aku mengingat janji baik relassi
mendengar suara Ibu
aku percaya akan kebaikan hati manusia

MAHASISWA RANTAU



pergi kuliyah ke negri orang
mengemban amanat dari orang tua
aku hanya memiliki delapan langkah
untuk LPJ kepada orang tuaku

ditengah-tengah terebahlah tubuh ini
di bangku kuliyah
yang terbbebani beratnya problematika kehidupan

kapan aku akan wisuda?

tiga tahun lagi, empat tahun lagi,
entah lima tahun lagi...
aku juga tidak tahu...
aku tahu apa yang tidak kuketahui
juga aku punya komitmen

tapi bila aku ingat perutku yang buncit
membuat pikiranku sempitaku harus kemana? harus makan apa?
harus bagaimana?
sedang aku tak punya apa-apa kecuali asa

ingin kumengatakan bahwa aku ini
mahasiswa rantau
yang sehari makan, sehari puasa
lalu ngutang, kemudian dibayar
minggu puasa lagi

sampai kapan aku begini?
sedang ilmu ekonomi aku tak punya

KEPADA SIAPA AKU MENARUH ASA?

PILU


hati adalah permataq
yang bisa untuk kumerasakan
sesuatau dengan asa

persahabatan atas dasar nurani
akan mampu menghasilkan
ukiran-ukiran di dinding hati
dan memenuhi relungnya
bila telah tersakita hatihancurlah ia
drobohlah hati itu
dan bukti bahwa ia telah tersakiti olehnya

PESAN

jadilah air yang mengalir
meresapi hingga kecelah-celah bumi
pergantungan yang selalu pupus
merasakan hati yang sirna
dan redup untuk bercahaya
rasa sesal dihati yng meresapi
relung hati yang kerontang
hanya diam dan membisu
dimanakah mata air?

SENDIRI

malam telah kulalui
tanpa aku mengedipkan mata
hati yang telah tersakiti
tak lekang sembuh oleh waktu
dimanakah aku bisa menemukan....

perjalanan kehidupan yang panjang
krisis finansial yang menjadi faktor utama

persahabatan telah dibedakan dengan materi
itu sangat menyakitiku
apakah aku tidak ounya hak untuk berteman

PENCARIAN

hampir larut malam
aku tak bisa memejmkan mata
bayangb yang jauh disana
selalu menggodaq
apakah aku bisa menemuinya
bayang kesetian terpancar darinya
pertanda apakah yang akan terjadi padaku....
tuhan antrarkan aku padanya

sesuatu dari hati

_"MEMORIAL PARK"_

Membaayangknmu
adalah suatu keindahan buatku
Melihatmu
adalah suatu kegembiraan buatku
Bersamamu
adalah suatukebahagiaan buatku
Tapi membaca tulisan darimu
adalah suatu luka buatku

Tapi aku tau,
kamu wanita jalang yang mengemis kasih sayang
Sampai kapanun kamu akan tetap begitu
Foto yang ada disini
Semakin menambah luka hati
Lebij baik ku bakar foto ini

PUISI BENGI

Merepih kesunyian dalam sepi malam
Mencari dalam kesendirian
Ketika malam tak lagi tentangmu
Dan pijar lentera meredup di tepian
Sungai hati bermuara di cakrawala jiwa
Buih-buih ombak bawa dirimu menjauh
Jauh, akankah kembali?
Datang, bisakah mengisi?
Jiwa-jiwa yang kosong
Ditingkahi hati yang hampa
Bidadari Malam
Renjana menghantar raga
Di ujung senja menebar asa
Mendekaplah
Rasakan setiap helai nafas
Nafas yang ada karnamu
Nafas yang ada hanya untukmu
Sepotong rendezvous kembali
Terlintas bayang senyum
Terdengar kepak sayap
Sekeping jiwa ku susun dalam hati
Membentuk wajah sang pencipta mimpi
Alunan swara yang datang dari langit
Mencari damai di swargaloka
Wahai titisan malaikat surga
Yang menemani tidur panjang
Yang mengelus mimpi dengan keindahan
Menjelmalah!
Mengejawantah dalam indah rupa Bidadari
Titipkan damai di atas bintang
Membelai tubuhku dengan tangan-tangan cinta
Selimuti raga dengan lembaran kehidupan
Tersenyum dalam dinginnya malam
Buai Sang Pujangga dan antarkan ia tidur tenang
Beri mimpi terindah tentang dirimu
Selamat tidur Bidadari
Pejamkan mata dan kita bersua di bunga tidur
Bidadari, ketika pagi tiba
Ketika embun menetes di ujung daun
Ketika matari muncul di ufuk timur
dan cahaya membias
Ku pinta, jangan pergi
Tetap disini, dipelukanku.

TANPA ARAH


  • Jauh kau pandangi jarak yang terbenam
    Di tepi dermaga itu ..
    Sebuah kisah kembali terulang oleh angan anganmu ..
    Jauh kau mencari sisi yang hilang ..
    Di tepi dermaga itu ..
    Sebuah perca perca kembali kau coba susun demi sebuah pigura

    Apa yang kau cari .. sahabat
    Sebuah luka yang semakin membuka lebar
    Sebuka perih yang semakin tergores merah
    Sebuah jawaban yang kau gantungkan "kenapa"

    Kisahkan cerita pahit itu sebuah narasi yang manis ..
    Disana pernah ada cinta ..
    Disana pernah ada rindu ..
    Disana pernah ada sayang ..
    Kisahkan cerita pilu itu sebuah cerita yang bijak
    Dan jangan kau coret merah, tanda amarah yang tak bertuan

    Cinta adalah hatimu
    Disana khan kau temukan hati yang beriringan
    Disana khan kau temukan jawaban jawaban yang yang bersahutan
    Disana khan kau temukan jiwa jiwa yang bersahabat

    Dan bila waktunya ..
    Hari ini hanyalah cerita
    Hari ini hanyalah halaman yang sejenak terbuka
    Hari ini .. kau tinggalkan senyummu untuknya .


Kosong.


Secercah cahaya cinta.
datang kepadaku....
Tapi...Aku tak dapat meraihnya...

Perasaan penuh pengharapan kini hilang.
Perasaan yang kosong....
Harapan yang kosong...
dan Hati yang kosong...

Aku tlah Menyesal!!!!!

Ah...Apalah arti penyesalan itu...
Hanya meninggalkan kesedihan 1000Pilu...
Mengoyak...Mengoyak-koyak Hatiku!!!

Selamat tinggal sayangku...
Kau kan selallu dihatiku....

KENANGAN

anggur merah mengingatkanku
akan raket dan shutlecock
juga gor Al-Hadi senayan
kenangan-kenangan disana
tak dapat kulupakan
susah senang kita lalui bersama
walau kadang kita menyakiti
jernih bersinar hatimu
hingga mampu menusuk qolbuku

agus f.h(11108051)
Salatiga, 021109

merana

kau yang hanya bisa menyakiti
juga tak memikrkan kjeadan orang lain
kau telah menguasai nafsu dunia
dan iu menyau dalam dirimu
tak pernah aku membayangkan
betapa kejam dan teganya dirimu
menyakiti, menindas, bahkan memeras
orang yang lemah
mengakui aku
orang yang miskin harta benda
banyak orang bilang
aku kaya hati
tapi mengapa
mata hatimu buta
telingamu tuli, hatimu juga beku
JALANG KAU..............
AGUS F.H.(11108051)
Salatiga, 021109

TEGAS

Aku langkahkan hidupku
Menapaki hariku
Pada salah satu detiku
Kususuri sebuah jalan
Yang asing untuku
Kuyakin pada sebatang ilalang
Tentang arah
Tentang tujuan
Tentang untung rugi
Tentang kebenaranya
Di sebuah jalan, aku hendak menuju
Kudengar jawabanya :
Bagus !!!
Tapi aku ragu
Ku yakin pada pohon tua
Jawabanya senada
Bagus !!!
Ku yakin pada rumpun pohon renta
Yang hampir tumbang
Jawabanya seirama
Bagus bagus !!!
Ku yakin pada diriku….
Jalan bagus!!!
Ku yakin itu , yakin sekali
Kubulat kan

Minggu, 01 November 2009

ATAS NAMA CINTA

Tak jarang seseorang menangis karena cinta, 
ada juga seseorang bahagia karena cinta. 
Apakah cinta itu? siapa pemilik cinta? 
mengapa kita harus senang atau sedih 
karena cinta
Tidak dapat dipungkiri 

cinta adalah rahmat Illahiah, 
sebagaimana rahmad pada umumnya 
cinta mempunyai makna sakral, 
yaitu saling memberi dan menerima. 
Cinta bukan untuk dimiliki namun 
cinta untuk dinikmati. 
Apa yang........

SEREK ATIKU

Ketika kebencian pada puncaknya
Kebaikan terasa sirna, belenggu gundah semakin menumpuk

Ketika Kebencian akhir dari segalanya
Tiada ceria, hanya nestapa dan lara tak terkira terasa
=====
Diri terasa gontai, ketika jinakkan emosi seseorang
Diri terasa di kibuli, akan beraneka retorika
Ah sulitnya menjadi orang bijak
Atau selama ini, hanya rasa saja yang ada
====
Entahlah,……..
apa yang hendak di kata,
Nasi tlah menjadi Bubur
Tak mungkin tuk kembali

merana

kau yang hany bisa menyakiti
juga tak memikrkan kjeadan orang lain
kau telah menguasai nafsu dunia
dan iu menyau dalam dirimu
tak pernah aku membayangkan